Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 November 2015

Retaknya Dwitunggal Soekarno-Hatta.


Moh. Hatta tiba tiba mengundurkan diri dari jabatan wakil presiden RI pada 1 Desember 1956. Mundurnya wapres Hatta dari pemerintahan telah mengundang banyak pertanyaan dan reaksi dari berbagai kalangan. Pasca pemilu 1955 negara RI diguncang dengan bermacam persoalan bangsa dan Negara dan justru saat itulah masyarakat membutuhkan figure Wapres Hatta yang dikenal sangat jernih, tegas, dan tanpa kompromi dalam mengurus pemerintahan. Apa yang membuat Wapres Hatta mundur diri sebagai dwitunggal?
Sebenarnya diantara Presiden Soekarno dan Wapres Hatta sejak jaman pergerakan nasional telah memiliki perbedaan nyaa dalam memperjuankan politik kebangsaannya. Soekarno memilih aksi penggalangan massa untuk membangkitkan kesadaran berbangsa. Sebaliknya Hatta memilih jalan kaderisasi agar muncul banyak pemimpin bangsa yang menyuarakan pergerakan kebangsaan. Soekarno Hatta berselisih pandangan mengenai sikap non kooperasi yang harus dijalankan terhadap pemerintah Hindia belanda. Namun tatkala Jepang menduduki Indonesia, keduanya menyadari bahwa kepentingan pribadi harus disingkirkan dan kerja sama amat dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka. Akhirnya kedua tokoh berjabat tangan dan Soekarno berkata kepada Hatta: ‘inilah janji kita sebgai dwitunggal. Inilah sumpah kita yang jantan untuk bekerja berdampingan dan tidak akan terpecah hingga negeri ini mencapai kemerdekaan sepenuhnya.’
Dalam detik detik proklamasi, peran Soekarno-Hatta amat menonjol sebagai dwitunggal yang saling melengkapi. Keduanya kemudian menjadi symbol persatuan dan kekuatan bangsa. Soekarno yang sebagai orator yang pandai menggalang kekuatan massa untuk membangun bangsa dan Hatta yang didikan Barat amat pandai dalam mengolah administrasi pemerintahan. Karena kedekatannya saat itu, dapat dikatakan dimana ada Soekarno disitu ada Hatta
Keretakan dwitunggal mulai tampak sejak pertengahan tahun 1950. Seiring berlakunya system cabinet parlementer , dwitunggal Soekarno-Hatta menjadi tidak punya gigi lagi dalam pemerintahan. Soekarno masih beruntung dapat duduk sebagai kepala Negara, tetapi Hatta sudah tidak memiliki kewenangan untuk menjalankan tugas tugas wapres. Dengan demikian, peran Hatta dalam pemerintahan seolah olah sudah tidak dibutuhkan.

Dimasa Soekarno menerapkan konsep Demokrasi Terpimpin, hubungan Dwitunggal pun semakin meregang. Perselisihan paham benar benar berada pada puncaknya ketika Presiden Soekarno mendekatkan diri pada PKI yang jelas sangat memusuhi Wapres Hatta. Kemudian Wpres Hatta pun tidak sependapat dengan eksperimen politik Nasakom yang didengung degungkan Soekarno. Apalagi presiden Soekarno pada Oktober 1956 pernah berpidato mengajak untuk mengubur semua partai, meskipun tidak pernah dilakukan.  Wapres Hatta tidak kuasa menahan kecewanya sebab dengan mendukung presiden berarti mengubur demokrasi multipartai dan parlementer yang merupakan unsur pokok kedaulatan rakyat. Karena itulah dengan sangat terpaksa Wapres Hatta mengundurkan diri dari jabatannya. Akibatnya pemerintahan presiden soekarno menjadi pincang dan semakin otoriter. Kondisi politik inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh PKI untuk menggalang massa menduduki jabatan pemerintahan dan menghasut pihak pihak antikomunis.

Minggu, 05 Januari 2014

DE JAVU MENURUT PANDANGAN ISLAM


Ketika kamu diperkenalkan dengan seseorang, pernahkah terbesit
dalam hati, “Rasanya saya pernah bertemu orang ini. Di mana, ya?” Padahal, kamu belum pernah bertemu sebelumnya. Itu disebut gejala deja vu. Déjà vu adalah suatu perasaan aneh ketika seseorang merasa pernah berada di suatu tempat sebelumnya, padahal belum. Atau, merasa pernah mengalami suatu peristiwa yang sama persis, padahal tidak. Konon, orang tang sering mengalami hal itu memiliki bakat spiritual tinggi.
Para skeptis menganggap itu hanya sensasi. Namun banyak juga ahli yang percaya bahwa hal itu memang nyata. Bagaimana bagi orang islam ? Surat Al Hadid ayat 22 di atas memberi sekilas isyarat. Bahwa segala sesuatu yang belum terjadi, sudah tertulis dalam kitab. Tengoklah juga surat Ash-Shaaffaat (37) ayat 96, “Allah menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat."
Semua peristiwa di bumi dan semua perbuatan kita memang sudah ada sejak awal. Lalu, akan terjadi satu per satu secara berurutan. Dan pada waktunya, akan terekam dalam saraf penyimpan di otak, mungkin suatu ketika terjadi short-circuit, korslet di otak seseorang. Lintasan listrik di otak melompat nyerempet sinyal ke wilayah yang belum terjadi. Maka orang merasa sudah pernah mengalami atau melihat sesuatu. Padahal yang terjadi adalah dia “pernah” melihat, tetapi di masa depan. Selama ini “pernah” hanya dikaitkan dengan masa lalu. Gejala déjà vu memperluas makna “pernah” hanya dikaitkan dengan masa lalu. Gejala déjà vu memperlus makna “pernah” ke masa lalu dan juga masa depan.
Aneh? Tidak juga. Kita lihat dalam Surat Al Fath ayat 27, Allah membuka peristiwa ketika nantinya Rasulullah Saw. Memasuki Mekah dengan aman. Padahal, itu belum terjadi. Lalu Surat Ar-Ruum (30) ayat 2-4 yang berisi tentang kemenangan Romawi atas Persia, padahal itu baru terjadi beberapa tahun kemudian, itu contoh penyingkapan terhadap peristiwa yang belum terjadi bagi siapapun yang membaca Al Quran. Ternyata, selain kepada para nabi, kadang-kadang Allah memberi “bocoran” masa depan kepada manusia biasa juga. Masa depan memang sudah ada saat ini. Hanya saja, kebanyakan manusia tidak bisa melihatnya. Kecuali mungkin sekilas déjà vu yang dialami segelintir orang tadi.
(sumber: habiball. blogspot. com)

Sabtu, 19 Januari 2013

Rembrandt Harmensz van Rijn


Rembrandt Harmensz van Rijn

Leiden 1606 - Amsterdam 1669

Rembrandt was born in Leiden on July 15, 1606 - his full name Rembrandt Harmenszoon van Rijn. He was the son of a miller. Despite the fact that he came from a family of relatively modest means, his parents took great care with his education. Rembrandt began his studies at the Latin School, and at the age of 14 he was enrolled at the University of Leiden. The program did not interest him, and he soon left to study art - first with a local master, Jacob van Swanenburch, and then, in Amsterdam, with Pieter Lastman, known for his historical paintings. After six months, having mastered everything he had been taught, Rembrandt returned to Leiden, where he was soon so highly regarded that although barely 22 years old, he took his first pupils. One of his students was the famous artist Gerrit Dou.
Rembrandt moved to Amsterdam in 1631; his marriage in 1634 to Saskia van Uylenburgh, the cousin of a successful art dealer, enhanced his career, bringing him in contact with wealthy patrons who eagerly commissioned portraits. An exceptionally fine example from this period is the Portrait of Nicolaes Ruts (1631, Frick Collection, New York City). In addition, Rembrandt's mythological and religious works were much in demand, and he painted numerous dramatic masterpieces such as The Blinding of Samson (1636, Städelsches Kunstinstitut, Frankfurt). Because of his renown as a teacher, his studio was filled with pupils, some of whom (such as Carel Fabritius) were already trained artists. In the 20th century, scholars have reattributed a number of his paintings to his associates; attributing and identifying Rembrandt's works is an active area of art scholarship.
Rembrandt produced many of his works in this fashionable town house in Amsterdam (above left). Purchased by the artist in 1639, when he was 33, it proved to be the scene of personal tragedy: his wife and three of his children died here. The house became a financial burden, and in 1660 Rembrandt was forced to move. A new owner added the upper story and roof, giving it the appearance it still bears. In 1911 the Dutch movement made it a Rembrandt museum -preserving it both as a shrine of a revered national artist and as an imposing example of 17th Century Dutch architecture.
In contrast to his successful public career, however, Rembrandt's family life was marked by misfortune. Between 1635 and 1641 Saskia gave birth to four children, but only the last, Titus, survived; her own death came in 1642- at the age of 30. Hendrickje Stoffels, engaged as his housekeeper about 1649, eventually became his common-law wife and was the model for many of his pictures. Despite Rembrandt's financial success as an artist, teacher, and art dealer, his penchant for ostentatious living forced him to declare bankruptcy in 1656. An inventory of his collection of art and antiquities, taken before an auction to pay his debts, showed the breadth of Rembrandt's interests: ancient sculpture, Flemish and Italian Renaissance paintings, Far Eastern art, contemporary Dutch works, weapons, and armor. Unfortunately, the results of the auction - including the sale of his house - were disappointing.
These problems in no way affected Rembrandt's work; if anything, his artistry increased. Some of the great paintings from this period are The Jewish Bride (1665), The Syndics of the Cloth Guild (1661, Rijksmuseum, Amsterdam),Bathsheba (1654, Louvre, Paris), Jacob Blessing the Sons of Joseph (1656, Staatliche Gemäldegalerie, Kassel, Germany), and a self-portrait (1658, Frick Collection). His personal life, however, continued to be marred by sorrow. His beloved Hendrickje died in 1663, and his son, Titus, in 1668- only 27 years of age. Eleven months later, on October 4, 1669, Rembrandt died in Amsterdam.
brief biography above from: WEB GALLERY OF ARThttp://www.wga.hu/index1.html

Selasa, 11 September 2012

Kronologi Perang Dunia 2


Penyebab umum terjadinya Perang Dunia II sebagai berikut :a.Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menciptakan perdamaian dunia. LBB bukan lagi alat untuk mencapai tujuan, tetapi menjadi alat politik negara-negara besar untuk mencari keuntungan. LBB tidak dapat berbuat apa-apa ketika negara-negara besar berbuat semaunya, misalnya pada tahun 1935 Italia melakukan serangan terhadap Ethiopia. b.Negara - negara maju saling berlomba memperkuat militer dan persenjataannya.

Dengan kegagalan LBB tersebut, dunia Barat terutama Jerman dan Italia
mencurigai komunisme Rusia, tetapi kemudian Rusia mencurigai fasisme Italia dan nasional-sosialis Jerman. Oleh karena saling mencurigai akhirnya negara-negara tersebut memperkuat militer dan pesenjataannya.

c.Adanya politik aliansi (mencari kawan persekutuan).Kekhawatiran akan adanya perang besar, maka negara-negara mencari kawandan muncullah dua blok besar yakni:
1. Blok Fasis terdiri atas Jerman, Italia, dan Jepang
2. Blok Sekutu terdiri atas:a)Blok demokrasi yaitu Perancis, Inggris, Amerika Serikat, dan Belanda.b)Blok komunis yaitu Rusia,Polandia, Hongaria, Bulgaria, Yugoslavia,Rumania, dan Cekoslovakia

d.Adanya pertentangan-pertentangan akibat ekspansi.Jerman mengumumkan “Lebensraum” nya (Jerman Raya) yang meliputi EropaTengah dan Italia menginginkan
Italia Irredenta (Italia Raya) yang meliputi seluruh laut Tengah dan Abbesinea, serta Jepang mengumumkan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Ini berarti merupakan tantangan terhadap imperialisme Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.

e.Adanya pertentangan faham demokrasi, fasisme dan komunisme.f.Adanya politik balas dendam (“Revanche Idea”) Jerman terhadap Perancis,karena Jerman merasa dihina dengan Perjanjian Versailles.

Perang Dunia II terbagi dalam tiga medan yaitu medan Eropa, medanAfrika Utara, dan medan Asia pasifik. Adapun pihak-pihak yang berperang dibeberapa medan peperangan dalam Perang Dunia II sebagai berikut.
1.Medan Eropa
Pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia. Inggris dan Perancis mengumumkan perang kepada Jerman. Inilah sebagai awal meletusnya Perang Dunia II. Pada tanggal 9 April 1940 Jerman melakukan serangan ke utara yakni ke Denmark dan Norwergia. Kedua negara ini dapat diduduki Jerman. Pada bulan Mei 1940 Belanda dapat diduduki Jerman sehingga Ratu Wilhelmina mengungsi keInggris. Pada tanggal 10 Juni 1940 Italia mengumumkan perang kepada Perancis dan Inggris, dilanjutkan menyerbu Perancis. Pada bulan Juni 1940 pasukan Jerman bergerak menuju Perancis dan dapat mendudukinya.

Tentara Perancis di bawah pimpinan Charles de Gaulle mengungsi ke Inggris.Kekuatan dua negara fasis Jerman dan Italia semakin mantap. Angkatan Udara Jerman menyerbu Inggris tetapi usahanya gagal kemudian beralih dengan pengeboman-pengeboman dan serangan laut ke arah Angkatan Laut Inggris. Pada tanggal 27 September 1940 Jerman, Italia, dan Jepang bersatu dalam Perjanjian Tiga Negara. Pada tanggal 22 Juni 1941 dengan bantuan Finlandia dan Rumania, Jerman menyerbu Rusia. Padahal selama 18 bulan sebelumnya Hitler telah mengadakan perjanjian dengan Uni Soviet tidak akan saling menyerang. Bagaimana menurut pendapat anda tentang tindakan Hitler ini?

2 .Medan Afrika
Tentara Jerman menyerbu Balkan sampai di Kreta. Rumania dan Bulgaria memihak kepada Jerman. Inggris dapat memukul mundur tentara Italia di Afrika Utara. Serangan Sekutu terhadap Blok Sentral pada tanggal 23 Oktober 1942 di Afrika Utara dipusatkan di El Alamien, Mesir. Tentara Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel
menyerbu Afrika dan menghantam Inggris sampai di muka Alexandria. Serangan Jerman ke Afrika Utara dapat ditahan oleh Inggris di bawah pimpinan Montgomery dan Amerika Serikat di bawah Eisenhower

pada tanggal 12 November 1942.Datangnya bantuan pasukan Amerika Serikat membuat pertahanan Jerman semakin rapuh. Sejak 19 November 1942 Jerman kalah melawan Rusia dalam pertempuran di Stalingrad. Kemudian Rusia menyerbu Polandia dan Balkan.
Rumania dan Bulgaria menyerah. Hongaria juga menyerah pada tanggal 13 Februari1945. Tentara Rusia di bawah Zhukov berhasil menyerbu Berlin. Berlin diduduki Sekutu dari segala arah. Pertempuran hebat terjadi di dalam kota Berlin, dan Berlin dapat direbut oleh Sekutu. Pada tanggal 30 April 1945 Hitler bunuh diri. Pada tanggal l7 Mei 1945 Jerman menyerah kepada Sekutu tanpa syarat di Reims, Perancis.

3.Medan Asia Pasifik
Perang di medan Asia Pasifik diawali dengan penyerbuan pangkalan ArmadaAngkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai pada tanggal 7 Desember1941 oleh Jepang. Perang Dunia II di medan Asia Pasifik sering disebut Perang Asia Timur Raya,
karena Jepang selalu mempropagandakan bahwa peperangan yang dilakukan bertujuan mewujudkan kemakmuran bersama di kawasan Asia Timur Raya.

Dalam serangan Jepang pada tanggal 7 Desember 1941 menewaskan kurang
lebih 2.330 tentara Amerika Serikat dan 100 orang sipil di samping menghancurkan peralatan perang Amerika Serikat. Jepang menyatakan perang terhadap Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Serbuan Jepang dilanjutkan ke negara-negara di Asia Tenggara dengan menduduki Muangthai, Birma (Myanmar), Malaysia, dan HindiaBelanda (nama Indonesia waktu itu).

Peta Serangan Jepang ke Asia Tenggara


Untuk membalas serangan-serangan Jepang, Sekutu menyusun taktik serangan dari pulau satu ke pulau lain atau sistem katak loncat. Strategi ini dipimpin oleh Jendral Dauglas Mac Arthur dan Laksamana Chester Nimitz. Tentara Jepang di Laut Karang dan Midway (7 Mei 1942) dihancurkan oleh Sekutu. Inilah titik balik pertama.

Dalam pertempuran-pertempuran berikutnya Amerika Serikat dapat merebut Filipina (22 Oktober 1944), Iwo Jima (17 Maret 1945), Okinawa (21 Juni 1945).Kemudian Inggris di
bawah Lord Louis Mauntbatten menyerbu Birma (Myanmar)dan menghancurkan tentara Jepang (30 April 1945). Dari Saipan dan Okinawa Angkatan Udara Amerika Serikat menyerang kota-kota Jepang, tetapi Jepang belum menyerah. Akhirnya pada tanggal 6 Agustus 1945 Hiroshima dijatuhi bom atom dilanjutkan tanggal 9 Agustus 1945 di Nagasaki. Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu tanggal 14 Agustus 1945 (secara resmi 2 September 1945 di atas kapal “Missouri” di Teluk Tokio).

Dengan demikian berakhirlah Perang Dunia II karena Jepang beserta negara-negara pendukungnya menyerah.Setelah Perang Dunia II berakhir maka diadakanlah perjanjian-perjanjian perdamaian antara pihak pemenang dan yang kalah. Perjanjian–perjanjian itu antara lain Konferensi Postda(2 Agustus1945) dan Perjanjian San Fransisco (8 September1951).

a.Konferensi Postdam (2 Agustus1945)
Konferensi ini diadakan antara Sekutu denganJerman yang dihadiri oleh Thruman, Stalin, danAttlee. Konferensi ini menghasilkan keputusan sebagai berikut:
1.Jerman dibagi dalam 4 daerah pendudukan yakni bagian timur oleh Rusia, bagianbarat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Kota Berlin yang terletak ditengah-tengah daerah pendudukan Rusia, dibagi 4 bagian yakni Berlin Barat(Amerika Serikat, Inggris, Perancis) Berlin Timur (Rusia).
2.Danzig dan daerah Jerman sebelah timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia.3.Angkatan Perang Jerman harus dikurangi jumlah tentara dan peralatan militernya (demiliterisasi).4.Penjahat perang, yakni tokoh-tokoh NAZI harus dihukum di bawah pengawasan internasional.5.Jerman harus membayar kerugian perang kepada
Sekutu.

b.Perjanjian San Fransisco (8 September 1951)
Perjanjian ini diadakan antara Sekutu dengan Jepang pada tahun 1945 dan dibuatdi Jepang. Pada mulanya perjanjian ini hanya bersifat sementara. Kemudian PerjanjianSan Fransisco disahkan pada tanggal 8 September 1951. Rusia tidak ikutmenandatangani perjanjian ini sehingga tidak mengakuinya.

Perjanjian ini berisi: 1.Kepulauan Jepang di bawah pengawasan Amerika Serikat. 2.Kepulauan Kurile dan Sakhalin Selatan diberikan kepada Rusia. Sedangkan Mantsyuria dan Taiwan diberikan kepada Tiongkok.3.Tokoh-tokoh fasis diadili sebagai penjahat perang dan harus dihukum di bawah pengawasan internasional.4.Jepang harus membayar kerugian perang kepada Sekutu.Perang Dunia II yang berlangsung antara tahun 1939 – 1945 menimbulkan akibat yang besar di bidang politik, ekonomi, sosial, dan kerohanian bagi negara-negara di dunia.
1.Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang politik setelah Perang Dunia II berakhir sebagaiberikut.a.Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet) sebagai pemenang dalam Perang DuniaII tumbuh menjadi negara raksasa (adikuasa).b.Terjadinya perebutan pengaruh antara Amerika Serikat dan Uni Soviet yang menimbulkan Perang Dingin

Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of PowerPolicy), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.c.Nasionalisme di Asia berkobar dan timbul negara-negara merdeka seperti Indonesia (17 Agustus 1945),Filipina (4 Juli 1946), India dan Pakistan Dominion(15 Agustus 1947) dan India merdeka penuh 26 Januari 1950, Birma(4 Januari 1948), dan Ceylon (dominion 4 Februari 1948).
d.Munculnya politik mencari kawan atau aliansi yang dibentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya NATO, METO, dan SEATO.

e.Munculnya politik memecah belah negara, misalnya:1)Jerman dibagi menjadi dua negara, yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.2)Korea dibagi menjadi dua negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.3)Indo-Cina dibagi menjadi tiga negara, yaitu Laos, Kamboja, dan Indo-Cina.4)India dibagi menjadi dua negara, yaitu India dan Pakistan.

Artikel diambil dari sebuah milis dan blog dan disadur kembali oleh:
Koko Sejarawan, 024.7060.9694 (flexy)

Sabtu, 08 September 2012

Kronologi Perang Dunia 1


1914


28 Juni
Francis Ferdinand dibunuh di Sarajevo.

5 Juli
Kaiser William II menjanjikan dukungan Jerman untuk Austria melawan Serbia.

28 Juli
Austria menyatakan perang terhadap Serbia.

1 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Rusia.

3 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Prancis dan menginvasi Belgia.
Jerman harus melaksanakan Rencana Schlieffen.

4 Agustus
Inggris menyatakan perang terhadap Jerman.

23 Agustus
Para BEF mulai mundur dari Mons. Jerman menginvasi Prancis.

26 Agustus
Tentara Rusia dikalahkan di Tannenburg dan Danau Masurian.

6 September
Pertempuran Marne dimulai.

18 Oktober
Pertempuran Ypres Pertama.

29 Oktober
Turki memasuki Jerman.
Perang parit mulai mendominasi Front Barat.

1915


19 Januari
Serangan Zeppelin yang pertama di Inggris.

19 Februari
Inggris membombardir benteng Turki di Dardanelles.

25 April
Pasukan Sekutu mendarat di Gallipoli.

7 Mei
The "Lusitania" tenggelam oleh sebuah kapal U-Jerman.

23 Mei
Italia menyatakan perang terhadap Jerman dan Austria.

5 Agustus
Rusia menyerang Warsawa, Jerman.

25 September 
Pertempuran Loos dimulai.

19 Desember
Sekutu memulai evakuasi Gallipoli.

1916


27 Januari
Wajib militer diperkenalkan di Inggris.

21 Februari
Pertempuran Verdun dimulai.

29 April
Inggris menyerah pada pasukan Turki di Kut, Mesopotamia.

31 Mei
Pertempuran Jutland.

4 Juni 
Serangan Brusilov dimulai.

1 Juli
Pertempuran Somme dimulai.

10 Agustus 
Serangan Brusilov berakhir.

15 September
Tank digunakan pertama kali dalam pertempuran di Somme.

7 Desember
Lloyd George menjadi Perdana Menteri Inggris.

1917


1 Februari
Penggunaan kapal selam dimulai oleh Jerman.

6 April
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman.

16 April
Prancis melancarkan serangan yang gagal di Front Barat.

31 Juli
Pertempuran Ypres Ketiga dimulai.

24 Oktober
Pertempuran Caporetto terjadi, dan tentara Italia itu dikalahkan.

6 November
Inggris melancarkan serangan besar di Front Barat.

20 November
Pasukan tank Inggris memenangkan pertempuran di Cambrai.

5 Desember
Gencatan senjata antara Jerman dan Rusia ditandatangani.

9 Desember
Inggris merebut Yerusalem dari Turki.

1918


3 Maret
Perjanjian Brest-Litovsk ditandatangani oleh Rusia dan Jerman.

21 Maret
Jerman menerobos di Somme.

29 Maret
Marshall Foch diangkat menjadi Komandan Sekutu di Front Barat.

9 April
Jerman memulai penyerangan di Flanders.

15 Juli
Pertempuran Marne Kedua dimulai.
Awal runtuhnya tentara Jerman.

8 Agustus
Kemajuan Sekutu dalam perang.

19 September
Turki runtuh di wilayah Megido.

4 Oktober
Jerman meminta Sekutu untuk gencatan senjata.

29 Oktober
Angkatan laut Jerman memberontak.

30 Oktober
Turki membuat perdamaian.

3 November
Austria berdamai.

9 November
Kaiser William II turun tahta.

11 November
Jerman menandatangani gencatan senjata dengan Sekutu.

4 Januari
Konferensi perdamaian bertemu di Paris

21 Juni
Armada angkatan laut menyerah Jerman di Arus Scapa ditenggelamkan.

28 Juni
Para Perjanjian Versailles ditandatangani oleh Jerman.


by: KataWaktu.
bigthanks.

Kronologi Perang Dunia 1


1914


28 Juni
Francis Ferdinand dibunuh di Sarajevo.

5 Juli
Kaiser William II menjanjikan dukungan Jerman untuk Austria melawan Serbia.

28 Juli
Austria menyatakan perang terhadap Serbia.

1 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Rusia.

3 Agustus
Jerman menyatakan perang terhadap Prancis dan menginvasi Belgia.
Jerman harus melaksanakan Rencana Schlieffen.

4 Agustus
Inggris menyatakan perang terhadap Jerman.

23 Agustus
Para BEF mulai mundur dari Mons. Jerman menginvasi Prancis.

26 Agustus
Tentara Rusia dikalahkan di Tannenburg dan Danau Masurian.

6 September
Pertempuran Marne dimulai.

18 Oktober
Pertempuran Ypres Pertama.

29 Oktober
Turki memasuki Jerman.
Perang parit mulai mendominasi Front Barat.

1915


19 Januari
Serangan Zeppelin yang pertama di Inggris.

19 Februari
Inggris membombardir benteng Turki di Dardanelles.

25 April
Pasukan Sekutu mendarat di Gallipoli.

7 Mei
The "Lusitania" tenggelam oleh sebuah kapal U-Jerman.

23 Mei
Italia menyatakan perang terhadap Jerman dan Austria.

5 Agustus
Rusia menyerang Warsawa, Jerman.

25 September 
Pertempuran Loos dimulai.

19 Desember
Sekutu memulai evakuasi Gallipoli.

1916


27 Januari
Wajib militer diperkenalkan di Inggris.

21 Februari
Pertempuran Verdun dimulai.

29 April
Inggris menyerah pada pasukan Turki di Kut, Mesopotamia.

31 Mei
Pertempuran Jutland.

4 Juni 
Serangan Brusilov dimulai.

1 Juli
Pertempuran Somme dimulai.

10 Agustus 
Serangan Brusilov berakhir.

15 September
Tank digunakan pertama kali dalam pertempuran di Somme.

7 Desember
Lloyd George menjadi Perdana Menteri Inggris.

1917


1 Februari
Penggunaan kapal selam dimulai oleh Jerman.

6 April
Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman.

16 April
Prancis melancarkan serangan yang gagal di Front Barat.

31 Juli
Pertempuran Ypres Ketiga dimulai.

24 Oktober
Pertempuran Caporetto terjadi, dan tentara Italia itu dikalahkan.

6 November
Inggris melancarkan serangan besar di Front Barat.

20 November
Pasukan tank Inggris memenangkan pertempuran di Cambrai.

5 Desember
Gencatan senjata antara Jerman dan Rusia ditandatangani.

9 Desember
Inggris merebut Yerusalem dari Turki.

1918


3 Maret
Perjanjian Brest-Litovsk ditandatangani oleh Rusia dan Jerman.

21 Maret
Jerman menerobos di Somme.

29 Maret
Marshall Foch diangkat menjadi Komandan Sekutu di Front Barat.

9 April
Jerman memulai penyerangan di Flanders.

15 Juli
Pertempuran Marne Kedua dimulai.
Awal runtuhnya tentara Jerman.

8 Agustus
Kemajuan Sekutu dalam perang.

19 September
Turki runtuh di wilayah Megido.

4 Oktober
Jerman meminta Sekutu untuk gencatan senjata.

29 Oktober
Angkatan laut Jerman memberontak.

30 Oktober
Turki membuat perdamaian.

3 November
Austria berdamai.

9 November
Kaiser William II turun tahta.

11 November
Jerman menandatangani gencatan senjata dengan Sekutu.

4 Januari
Konferensi perdamaian bertemu di Paris

21 Juni
Armada angkatan laut menyerah Jerman di Arus Scapa ditenggelamkan.

28 Juni
Para Perjanjian Versailles ditandatangani oleh Jerman.


by: KataWaktu